Menyembuhkan Hati yang Patah dengan Menulis

Aku terlalu takut untuk patah hati, karena itu melelahkan. Membutuhkan waktu yang lama untuk melupakan. Pernah berada di titik itu. Membuat diri tak ingin begitu.

Takdir berkata lain. 

Aku tahu itu semua salahku. Salahku karena telah jatuh cinta. Salahku karena tidak siap untuk menerima kemungkinan yang akan melanda.

Tapi kini aku bangga. Aku bangga pada diri karena mampu melawan itu semua. Aku telah biasa saja. Aku baik-baik saja.

Nyatanya, menulis membuat aku lupa. Lupa sedang kecewa terhadap makhluk yang bernama manusia.

Kini aku biasa saja. Aku telah baik-baik saja.

Tidak, aku tidak menulis untuk dia. Aku menulis agar tak pernah lupa, bahwa berharap pada manusia hanya akan menyisakan luka. Kini aku meyakini pepatah itu benar adanya.

"Heartbreak will make you a better writer."

PS: Tulisan ini dibuat 4 Mei 2019 saat saya sedang sedih, patah, lemah. Namun karena satu dan lain hal, tulisan ini tidak saya terbitkan. Sekarang, saya berubah pikiran.

Komentar

Postingan Populer