Menyembuhkan Luka

Sumber: hellosehat.com


Semua orang tak ada yang ingin terluka, bahkan hewan dan tumbuhan sekalipun. Tapi aku yakin bahwa setiap dari mereka pasti pernah terluka. Ya, mengenai pada sasarannya, hati.

Luka pada hati memang terasa begitu sakit jika dibandingkan luka pada kulit. Luka pada kulit, kita dapat abaikan rasa sakitnya, cepat mengering bahkan hilang. Akan tetapi, luka di hati penyembuhannya membutuhkan proses yang lebih panjang.

Luka di hati biasanya menyangkut perasaan dan berhubungan dengan orang lain. Aku pun pernah merasakannya dan aku yakin kau pun juga. Wajar jika diusia kita ini bila pernah sakit hati. Itu artinya, hati kita berfungsi, kita masih dapat merasa. Alhamdulillah.

Luka yang ku alami mungkin memang tidak separah kalian di luar sana. Akan tetapi yang namanya luka tetaplah luka, menyakitkan. Namun dari situ aku mengerti bahwa dengan adanya luka, aku belajar, lebih berhati-hati. Aku pun juga dapat introspeksi dan merenung.

Mengapa mereka memilih melukaiku? Mungkin aku tidak bisa menjadi apa yang mereka harapkan, mungkin juga aku telah membuat mereka kecewa, atau mungkin aku terlalu perasa sehingga mudah merasa terluka.
Entahlah apapun itu penyebabnya, yang pasti aku telah memaafkannya. Aku memilih untuk mengobati luka itu dengan caraku sendiri, yakni memaafkan. Tak mudah memang, semua itu berproses dan tak sebentar. Aku memilih memaafkan karena memang hanya itulah satu-satunya cara.

Tidak, aku tidak dendam. Aku tidak ingin diriku, otakku, apalagi hatiku dipenuhi oleh rasa dendam. Menjadi pemaaf itu jauh lebih baik dari pada menjadi pendendam. Aku tidak ingin melampiaskan lukaku pada ia yang bukan pelakunya, sekalipun pada sang pelaku, aku pun tak mau. Memang tak ada yang dapat menjamin jika luka itu tidak akan kembali menghampiri hati ini. Namun aku percaya, dengan adanya luka, aku dapat menjadi manusia yang lebih kuat dan dewasa.

Kita, hanya kita yang dapat menyembuhkan luka itu, dan memang jika ada orang lain, ia hanya membantu. Dengan memaafkan, itu artinya kita telah menang. Menang dalam mengendalikan diri sendiri. Memaafkan secara tulus hanya bisa dilakukan dengan hati.

"Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki ialah kekayaan hati." (HR. Bukhari dan Muslim)

Aku, yang memilih berdamai dengan masa lalu ku.

Komentar

  1. Karena salah itu biasa, namun memaafkan itu luar biasa. Mari berlomba dalam kemuliaan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laaaaahh mas prajaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer