Berbeda? Tak Mengapa

"Ayo Jojo, bismillah pasti bisa. Insha Allah menang!"

Kurang lebih seperti itu cerita salah seorang pengguna twitter yang juga penonton saat final bulutangkis tunggal putera Asian Games 2018 di Istora, Jakarta. Kala itu Jonatan Christie tengah melawan Chou Tien Chen, pebulutangkis rupawan asal Taiwan.

Ucapan seorang ibu yang menonton dan mendukung Jojo tersebut, merupakan salah satu cara merayakan perbedaan. Menurut saya, tidak ada salahnya ibu yang muslim itu berkata demikian pada Jojo yang beragama Katolik. Justru itu sangat indah dan mendamaikan hati.

Sama halnya dengan kita yang muslim, jika ada teman kita yang non muslim bercerita telah mendapat pekerjaan, lantas kita mengucap "Alhamdulillah, akhirnya...". Tidak ada yang salah. Dosa? Only Allah can judge.

Bagi saya, setiap agama memiliki cara dan ucapannya masing-masing. Itu unik dan akan terasa indah jika kita mau menerima ucapan tersebut dengan pikiran yang terbuka.

Mari kurangi melabeli orang yang berbeda agama dengan kita dengan sebutan Kafir. Mungkin sebutan itu terlalu "keras" dan sensitif bagi mereka. Sama halnya dengan orang-orang kulit hitam yang tidak mau dipanggil Nigga atau Negro.

Mari rayakan perbedaan iman dengan elegan. Salam damai.

Komentar

Postingan Populer