Asian Games 2018: Belajar dari Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Fajar Alfian/Rian Ardianto

Banyak hal menarik dan berkesan selama perhelatan Asian Games 2018. Banyak pula pelajaran yang dapat kita petik dari apa yang terjadi di lapangan. Olahraga bulutangkis salah satunya.

Jika berbicara cabang olahraga bulutangkis di Asian Games 2018, apa yang paling kalian ingat? Aksi heroik Anthony Sinisuka Ginting saat melawan Shi Yuqi atau selebrasi kemenangan buka baju dari Jonatan Christie? Tidak, penulis tidak akan membahas keduanya.

Ada hal menarik lain yang relate dengan kondisi sosial politik Indonesia yang sedang terjadi belakangan ini. Tepatnya saat babak final nomor individu ganda putera antara Kevin Sanjaya/Marcus Gideon melawan Fajar Alfian/Rian Ardianto. All Indonesian final yang memastikan medali emas dan perak untuk Indonesia. Tahukah kalian? Bahwa sebenarnya pertandingan saat itu bukan hanya antar senior dan junior, tapi juga pertandingan melawan roomate masing-masing. Sekedar info saja, Kevin adalah teman sekamar Rian, sedangkan Fajar adalah teman sekamar Marcus di asrama PBSI.

Melihat mereka bertanding, lantas saya teringat dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat kita. Apalagi menjelang pemilihan presiden seperti saat ini. Isu rasisme kembali digunakan untuk menjatuhkan satu sama lain.

Kevin/Marcus yang memiliki wajah chinese, harus berhadapan dengan Fajar/Rian yang memiliki wajah pribumi yang katanya "amat Indonesia". Pertandingan terjadi sangat seru dan berhasil membuat penonton tegang. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Kevin/Marcus dengan 3 set.

Namun yang menarik adalah diakhir pertandingan, mereka yang berwajah c*n* dan pri**mi malah saling berpelukan. Ketika victory ceremony pun mereka berempat menyelimuti badan belakang mereka dengan bendera merah putih. Kemudian mereka kompak hormat kepada sang saka saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Bahkan saat itu, Kevin dan Marcus terlihat menangis.

Apa yang terjadi di hari itu, seharusnya menjadi tamparan bagi mereka yang mudah diadu domba oleh isu-isu rasisme. Seharusnya mereka belajar dari para pahlawan olahraga kita. Bukankah indah melihat Kevin/Marcus dan Fajar/Rian saling berpelukan walaupun perbedaan diantara mereka terlihat nyata? Perbedaan tersebut menjadi lebih indah karena mereka memberikan dua medali tambahan untuk Indonesia. Tidakkah kalian terharu dengan pencapaian mereka?

Semoga masyarakat Indonesia tidak mudah diadu domba lagi oleh isu-isu rasisme yang dapat memecah belah bangsa. Semoga semangat persataun yang dibawa Asian Games dapat bertahan selamanya. Karena jika kita bersatu, Indonesia benar-benar akan bisa menjadi the energy of Asia, bahkan dunia.

Komentar

Postingan Populer