Perempuan dan Makeup: Dari Aku Wanita Berwajah Hantu

Akhir-akhir ini suka sebel aja sama orang-orang yang melihat perempuan dari penampilannya. Penampilan disini maksudnya adalah yang pake makeup dan engga. Aku sebagai pribadi yang ga suka dan ga bisa makeup, merasa terganggu dengan pandangan yang demikian. Jadi sekarang ternyata definisi cantik menurut orang-orang itu dari makeup?

Sempet ngalamin sendiri, pernah ada yang bilang ke aku kalo aku dari jaman maba sampe jaman mahasiswa yang harus sudah bersiap-siap untuk hengkang dari kampus, dibilang tetep ga ada perubahan. Awalnya bingung, aku harus berubah jadi kaya gimana dan apanya. Ternyata, yang dia maksud adalah penampilan yang lebih mengarah pada makeup. Sebel banget ketika aku tau kalo yang dia maksud adalah makeup.

Gini ya, ga semua perempuan itu nyaman ketika pake makeup, contohnya aku. Aku ngerasa aneh kalo pake makeup, ngerasa gelisah, ga pede, dan ngerasa jadi orang lain. Lah terus kok mau jadi bridesmaid? Ya gimana ga mau, wong kakakku sendiri yang nikah. Ya gimana ga mau, wong sepupuku sendiri yang nikah. Ya gimana ga mau, wong sahabatku sendiri yang nikah.

Tapi aku lebih baik jadi bridesmaid sih karena ga perlu bingung makeup, kan udah diurusin sama periasnya, tau beres aja dan selalu bilang ke periasnya, "makeup nya jangan ketebelan ya, lipstiknya jangan yang merah". Kalo jadi tamu biasa, bingung puoll wes kudu dandan gimana dan bisa berujung pada memilih untuk tidak menghadiri undangan. Pun ketika aku jadi bridesmaid, sebenernya ngerasa ga betah sama makeup yang tebel dan bikin gatal, bulu mata yang berat, dan sepatu high heels yang menyiksa. Dalam hati pasti bilang, "Ayo cepetan selesai dong ini acaranya." Kalo ada yang tau aku jadi bridesmaid, pasti aku lebih banyak nunduk. Itu semua karena aku malu, ga pede, dan ga nyaman pake makeup. Meskipun orang-orang bilang, "Ulli cantik", "Ulli manglingi". Bodo amat!

Lebih sebel lagi kalo ada anggapan bahwa perempuan yang ga suka dandan itu ga bisa merawat atau menghargai dirinya sendiri. How can you know that? Sotoy amat lu tong! Bisa aja mereka yang memilih tidak berdandan, justru sebenarnya lagi melakukan perawatan wajah dengan ingin membebaskan mukanya dari bahan-bahan kimia. Sapa tau juga ketika di rumah, ternyata mereka juga maskeran, nempelin timun, tomat, bengkoang, ngolesin madu atau minyak zaitun ke mukanya.

Mau dandan atau engga, itu pilihan tiap perempuan. Aku ga menyangkal bahwa suatu saat aku juga pasti butuh dandan, iya tau. Cuma untuk saat ini aku ga butuh dan ga pingin. Ga suka hal-hal yang ribet, misal pas diajak travelling rempong sama gincu dan bedak yang ilang atau tiap baru sampe mall langsung ke kamar mandi soalnya lipstik udah pudar kena penutup hidung dan mulut. Sorry, I'm not kind of that girl.

Kadang, aku pribadi suka sebel sama diriku sendiri yang perempuan dan suka nyeplos, "Kenapa jadi cewe tuh ribet banget?", "Enak ya jadi cowo, simple banget, ga rempong". Setelah itu, aku pasti bakal bilang, "Lha terus aku nanti kalo nikah piye?". Dan pasti selalu berakhir dengan, "Yaudahlah ya jalanin aja, ntar kalo nikah ya tinggal diriasin, kalo mau ngelamar kerja baru belajar dandan".

Mungkin kalian bakal bingung, khususnya para lelaki, kok ada gitu perempuan pake makeup malah ga bahagia dan ga nyaman. Padahal perempuan yang lain setiap ke outlet makeup pasti pada antusias, ada produk baru langsung dibeli. Ya faktanya emang ada dan nyata.

Tuntut aku dalam hal pekerjaan agar lebih baik, tuntut aku dalam hal emosi agar lebih dewasa. Aku akan dengan senang hati menerima masukan itu. Tapi jangan pernah menuntutku secara fisik, karena aku akan tersindir dan bagiku ucapan seperti itu semacam tidak menghargai pemberian Tuhan.

Dariku, wanita dengan wajah pucat dan kantong mata tebal macam hantu yang tidak bermaksud menyerang para pengguna makeup yang ingin memberikan perspektif baru.

Komentar

Postingan Populer