Merantau

Aku memang terlahir sebagai anak bungsu di keluargaku, namun dapat kupastikan bahwa aku memiliki jiwa petualang yang tinggi. Terlahir sebagai anak perempuan yang juga anak bungsu, tak membuatku tumbuh menjadi pribadi yang manja. Jiwa petualang dan keinginan merantau yang tinggi sepertinya berasal dari kedua orang tuaku yang juga perantau. Ayah dari Semarang dan ibu dari Tegal yang keduanya sama-sama merantau ke Surabaya, bekerja di tempat yang sama, lalu saling jatuh cinta, dan mendirikan keluarga.

Saat ini aku memang belum pernah merantau. Sejak lahir hingga tulisan ini dibuat, aku masih berada di kota yang sama, Surabaya. Namun beberapa kali pergi ke kota lain dan semakin banyaknya tayangan televisi yang menunjukkan indahnya Indonesia, membuat keinginanku untuk merantau semakin tinggi. Aku ingin merasakan keindahan alam Indonesia, aku ingin melihat secara langsung uniknya Indonesia.

Bukannya aku tak puas dengan Surabaya, bukan. Ketahuilah bahwa aku selalu bersyukur tinggal di kota itu. Namun, keinginanku untuk merantau dikarenakan aku ingin melatih diri untuk keluar dari zona nyaman, mengeksplor alam Indonesia, mengamati kejadian sosial, dan memetik pelajaran dari perjalanan.

Keinginanku merantau sebenarnya tak hanya sekedar untuk keluar dari Surabaya, namun aku juga ingin keluar dari Indonesia. Bukan, bukannya aku tak bangga dengan negeri ini. Aku hanya ingin menjadi bagian dari diaspora Indonesia, yang menjadi representatif Indonesia di mata warga negara lain. Aku ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa aku harus bersyukur dan bangga karena menjadi orang Indonesia.

Bagiku, merantau akan memberikan pelajaran apa artinya rumah dan keluarga dan mendidikku untuk selalu bersyukur memiliki mereka.

Komentar

Postingan Populer