Yang tak Kita Ketahui
Ia yang selalu berusaha mengontrol amarah agar terarah.
Ia yang selalu mengalah demi mendengarkan keluh kesah.
Ia yang selalu terlihat semangat walaupun penat.
Ternyata begitulah seorang pemimpin. Di belakang anggotanya ia menyimpan duka dan luka, menyembunyikan kebingungan dan kekhawatiran.
Mengesampingkan kehidupan pribadi demi organisasi.
Melupakan urusan hati demi berkontribusi.
Namun terkadang tak mendapat apresiasi.
Terkadang bimbang untuk mengambil keputusan, diharuskan menimbang dengan matang.
Kebijakan yang dibuat tak lepas dari makian orang.
Hinaan, cacian, makian, serta sindiran terus datang bergantian.
Sorot mata tajam tertuju padanya seperti hendak menerkam.
Namun pemimpin hanya bisa bergumam.
Orang bergantian datang dan pergi.
Relasi silih berganti menghubungi.
Namun pemimpin tetap berada di baris terdepan untuk melindungi.
Pemimpin memang bukan polisi, apalagi kawat berduri.
Ia hanya berusaha mengayomi serta mengabdi dengan sepenuh hati.
Ini bukan pengalaman pribadi, melainkan hasil interaksi dengan beberapa pemimpin, lalu saya amati dan pahami.

Komentar
Posting Komentar