Kontribusi: Harta vs Tenaga dan Waktu

Setiap manusia pasti ingin berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Dimulai dari keluarga, teman, sahabat, hingga untuk dunia. Jika kita berkontribusi, maka akan muncul rasa memiliki. Dan dengan berkontibusi, kita mendapat pengakuan dari sekitar.

Akan tetapi, kontribusi pun rupanya terbagi dalam dua bentuk, yakni tangible dan intangible atau nampak dan tak nampak. Kontribusi yang nampak selalu identik dengan harta, dapat berupa uang ataupun barang-barang. Dan kontribusi intangible berupa waktu dan tenaga.

Dari kedua jenis tersebut, kebanyakan dari kita lebih menghargai kontribusi berupa uang atau barang. Mungkin karena uang dan barang dapat dilihat oleh mata, jadi kita lebih mudah untuk mengingatnya. Sedangkan tenaga dan waktu tak terlihat. Mungkin hanya individu pelakunya saja yang terlihat, tapi kebanyakan dari kita melupakan pengorbanannya, melupakan apa yang telah dilakukan.

Padahal jika berpikir secara mendalam, tenaga dan waktu lebih mahal harganya daripada uang dan barang-barang. Tak banyak orang yang mau menggunakan tenaganya untuk berkontribusi secara penuh. Dan sedikit orang yang mau meluangkan waktunya ditengah-tengah kesibukannya. Jika berkontribusi dengan tenaga dan waktu, itu artinya ada kehadiran. Kehadiran individu juga tak kalah pentingnya.

Biasanya yang sering berkontribusi dengan uang dan barang adalah mereka yang tidak mau susah dan menyukai hasil akhir tanpa melihat proses. Jika dalam suatu organisasi, orang semacam ini adalah anggota pasif. Dan yang mau meluangkan waktu dan menyisihkan tenaganya ialah dia yang aktif bersemangat untuk membuat organisasinya lebih baik lagi.

Tapi terlepas dari itu semua, kita patut menghargai apapun itu pilihannya. Mau berkontribusi secara aktif ataukah pasif, it's up to you. Yang terpenting adalah berkontribusi demi kebaikan.

Komentar

Postingan Populer