Can I be an Inspiration?



Pernahkah kau mengalami hal berikut:
  1. Saat temanmu mengucapkan sepatah kata yang lucu, lalu kau menemukan tema atau judul untuk membuat artikel di blogmu.
  2. Saat kau melihat seorang pemulung sedang mengais sampah, lalu tanpa sadar kau mengucap syukur.
  3. Saat temanmu mendapat nilai tinggi, kemudian itu memacumu untuk belajar lebih giat sehingga dapat menyamai nilainya.

Pernahkah?
Kita selalu melihat hal yang besar sehingga menutupi hal kecil nan sepele. Padahal hal kecil tersebut memiliki makna yang lebih dalam daripada hal besar. Bukan hanya soal kesuksesan, namun juga kegagalan. Bukan hanya tentang kebahagiaan, namun juga kesedihan.

Kita selalu ter-mindset bahwa seorang inspirator itu adalah orang yang berhasil, orang yang sukses, yang mapan, yang kaya,  atau yang tampan. Padahal, orang yang gagal, yang miskin, yang buruk rupa, bahkan yang jahat pun dapat menjadi inspirator. Bagaimana?
  1. Saat kau melihat kegagalan orang tuamu, kau menjadi semangat untuk terus berusaha, dan mencari cara agar tidak mengalami kegagalan yang sama seperti orang tuamu.
  2. Saat kau dikhianati oleh temanmu dan kau mengatai dia jahat, kemudian kau dapat mengungkapkan segala kekecewaanmu terhadapnya melalui sebuah puisi.
  3. Saat ibumu memberikanmu seorang adik, lalu kau dapat menciptakan sebuah lagu tentangnya.

Bukankah itu termasuk inspirasi? Inspirasi dapat didapat dari lingkungan sekitarmu. Semua orang dapat menjadi inspirator. Siapa pun ia,  dan apapun pekerjaannya.

Inspirator ialah ia yang dapat memunculkan ide bagi kita. Tidak hanya manusia, tetapi hewan bahkan langit pun dapat menjadi inspirator.

Then, Can I be an inspiration? Yes, you can. We can.

Let's open our mind!


Thanks for everyone who inspired me❤

Komentar

Postingan Populer